Kesbangpol Purworejo Dorong Perempuan Jadi Pemilih Cerdas dan Agen Demokrasi

By Administrator 24 Jun 2026, 15:22:13 WIB Kegiatan
Kesbangpol Purworejo Dorong Perempuan Jadi Pemilih Cerdas dan Agen Demokrasi

Keterangan Gambar : Kesbangpol Purworejo Dorong Perempuan Jadi Pemilih Cerdas dan Agen Demokrasi


Purworejo – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan di Pendopo Kecamatan Butuh, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta perempuan tersebut bertujuan meningkatkan literasi politik serta mendorong peran aktif perempuan dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Purworejo, pembacaan Pancasila, doa, sambutan, penyampaian materi, serta sesi diskusi interaktif. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, Kepala Kesbangpol Purworejo Puguh Trihaymoko, S.J., M.H., Anggota Komisi I DPRD Purworejo Danang Purnomo, SH., M.Si., Komisioner KPU Purworejo Margaretha Ega Rindu, S.IP., M.Han., Forkopimcam Butuh, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Butuh Dyah Sumanti Wulandriani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk menambah wawasan politik langsung dari para narasumber yang kompeten sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Kepala Kesbangpol Purworejo, Puguh Trihaymoko, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menentukan arah pembangunan melalui partisipasi politik yang cerdas. Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan menolak praktik politik uang, terlebih menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pendidik generasi, penggerak pembangunan, sekaligus agen perubahan. Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi perempuan dalam proses demokrasi.

“Perempuan tidak hanya diharapkan hadir sebagai pemilih, tetapi juga mampu menyampaikan aspirasi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan ikut mengawal pembangunan di lingkungannya masing-masing,” ujar Bupati.

Pada sesi materi, Anggota Komisi I DPRD Purworejo Danang Purnomo mengajak peserta untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan memahami pentingnya politik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk menentukan kebijakan yang berdampak langsung pada pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai ciri-ciri pemilih cerdas, antara lain tidak golput, tidak mudah terpengaruh hoaks, menolak politik uang, serta memilih berdasarkan program dan rekam jejak calon. Danang mengingatkan bahwa masa depan daerah ditentukan oleh kualitas pilihan masyarakat saat menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Purworejo Margaretha Ega Rindu memaparkan materi mengenai tantangan dan peluang Pemilu Serentak. Ia menjelaskan bahwa meskipun tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mencapai sekitar 81 persen, masih terdapat berbagai tantangan teknis seperti kompleksitas surat suara, distribusi logistik, serta perlunya peningkatan pemahaman pemilih untuk mengurangi suara tidak sah.

Menurutnya, pendidikan politik yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan partisipasi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas. Generasi muda dan perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi di masa depan.

Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Melalui sosialisasi ini, Kesbangpol Kabupaten Purworejo berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kesadaran politik, berani menyampaikan aspirasi, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Ke depan, pendidikan politik serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan guna memperkuat kualitas demokrasi serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai proses pembangunan di Kabupaten Purworejo.