Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Perkuat Jati Diri Bangsa Melalui Nilai-Nilai Pancasila

By Administrator 24 Jun 2026, 15:20:25 WIB Kegiatan
Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Perkuat Jati Diri Bangsa Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Keterangan Gambar : Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Perkuat Jati Diri Bangsa Melalui Nilai-Nilai Pancasila


Purworejo – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bertema “Jati Diri Bangsa Melalui Nilai-Nilai Pancasila” pada Selasa (23/6/2026) di Pendopo Hotel Ganesa, Purworejo. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan perwakilan suku di Kabupaten Purworejo ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., Kepala Badan Kesbangpol Purworejo Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., Kabid Kesatuan Bangsa Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., Ketua FPK Purworejo Gus Takim, anggota FPK Slamet Riyadi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Purworejo yang dibacakan oleh Ahmad Jainudin, ditegaskan bahwa tema penguatan jati diri bangsa melalui nilai-nilai Pancasila sangat relevan di tengah tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini. Pancasila dinilai sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pancasila adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang harus dijaga dan diamalkan bersama. Keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang dimiliki Purworejo harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan," ungkapnya.

Kepala Badan Kesbangpol Purworejo, Puguh Trihatmoko, dalam paparannya menjelaskan bahwa Forum Pembauran Kebangsaan merupakan wadah strategis untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, toleransi, dan gotong royong, diharapkan terwujud masyarakat Purworejo yang guyub rukun, harmonis, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua FPK Purworejo Gus Takim menyoroti ancaman perpecahan bangsa yang kini hadir dalam bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan politik identitas. Ia mengajak masyarakat menerapkan konsep “3J”, yaitu Jaga Pikiran dan Jempol, Jalin Silaturahmi, dan Jalankan Peran Masing-Masing untuk menjaga ketenteraman dan persatuan masyarakat.

“Dulu musuh bangsa adalah penjajah, sekarang musuh kita adalah perpecahan. Karena itu persatuan harus terus dijaga agar Purworejo tetap tentrem dan Indonesia semakin kuat,” tegasnya.

Narasumber lainnya, Slamet Riyadi, mengajak Generasi Z untuk menjadikan Pancasila sebagai kompas moral di era digital. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai inovator, kreator, dan agen perubahan yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Melalui dialog ini, peserta diajak memperkuat pemahaman tentang pentingnya toleransi, gotong royong, musyawarah, dan persatuan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Kegiatan juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga lintas suku, agama, dan budaya dalam rangka menjaga kondusivitas daerah.

Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Purworejo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, khususnya generasi muda, guna menanamkan nilai-nilai Pancasila serta memperkokoh semangat persatuan dan pembauran kebangsaan menuju Purworejo Guyub Rukun