▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Sosialisasi Penyusunan Indeks Ketahanan Nasional Kabupaten Purworejo

Purworejo, 5 Desember 2026 —
Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Penyusunan Indeks Ketahanan Nasional (IKN)
sebagai langkah strategis memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah di tengah
dinamika sosial politik yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Kepala Badan
Kesbangpol menegaskan bahwa ketahanan nasional merupakan fondasi penting dalam
menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Di era perubahan cepat—baik pada
aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, maupun
keamanan—daerah dituntut memiliki kemampuan adaptif dan responsif agar potensi
kerawanan dapat diantisipasi sejak dini.
Penyusunan IKN, menurutnya, bukan
sekadar menghasilkan angka, tetapi menjadi instrumen analisis komprehensif
untuk membaca kekuatan, kesiapan, serta kerentanan wilayah. “Indeks ini akan
menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah, khususnya
dalam menjaga keamanan, meningkatkan stabilitas, dan memperkuat ketahanan
wilayah,” ujarnya.
IKN juga ditetapkan sebagai salah
satu indikator kinerja dalam RPJMD Kabupaten Purworejo 2025–2029. Mengacu
standar pengukuran Lemhannas RI, IKN mengukur delapan gatra ketahanan:
Geografi, Demografi, Sumber Kekayaan Alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial
Budaya, serta Pertahanan dan Keamanan, melalui 334 indikator. Selama ini
penghitungan IKN dilakukan pada tingkat provinsi, namun Purworejo menjadi salah
satu daerah yang proaktif mengintegrasikannya sebagai sasaran pembangunan
daerah.
Berbagai dinamika lokal seperti
perkembangan politik, potensi konflik sosial, ancaman intoleransi, perubahan
ekonomi, hingga tantangan lingkungan hidup dinilai memerlukan pengelolaan yang
profesional dan berbasis data. Karena itu, Kepala Kesbangpol mendorong seluruh
perangkat daerah untuk berkolaborasi dan menyediakan data yang akurat agar
penyusunan indeks berjalan kredibel dan sesuai kondisi lapangan.
Dalam dokumen RPJMD, Purworejo
menargetkan peningkatan nilai IKN dari 2,6 pada tahun 2025 menjadi 3,0 pada
tahun 2029, sebagai bukti komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
kuat serta wilayah yang aman, tertib, dan harmonis sesuai visi Purworejo
BERSERI.
Kegiatan sosialisasi ini
diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun
ketahanan daerah yang kokoh dan berkelanjutan.
.png)


