▴Upacara 1 Juni 2026▴
- Purworejo Siap Hadiri Rembug Jateng, Jajaran Pimpinan Daerah Bertolak ke Temanggung
- Kepala Bakesbangpol Hadiri Pembahasan RKPD 2027, Pemkab Purworejo Fokus Perkuat Infrastruktur dan Pelayanan Publik
- Paskibraka Purworejo Tuntaskan Tugas Upacaran Penuruan Hari Lahir Pancasila
- Paskibraka Purworejo Angkatan 2025 Tuntaskan Tugas Pengibaran dan Penurunan Bendera pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Khidmat, Pemkab Purworejo Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahu 2026
- Paskibraka Purworejo Siap Bertugas, Masuki Masa Karantina Jelang Hari Lahir Pancasila 2026
- Jelang 1 Juni, Paskibraka Purworejo Intensifkan Pelatihan dan Pemantapan Formasi
- Bakesbangpol Purworejo Tanamkan Kesadaran Demokrasi kepada Generasi Muda
- Gladi Bersih Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Paskibraka Purworejo Tampilkan Kekompakan dan Disiplin
- Pelatihan Paskibraka Purworejo Kembali Digelar, Matangkan Formasi Jelang Hari Lahir Pancasila
Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B

Keterangan Gambar : Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
Purworejo – Badan Kesatuan Bangsa
dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi
(Rakor) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kamis (26/2/2026) pukul
14.00–14.55 WIB di Ruang Rapat Garuda Bakesbangpol, Jalan Mayjend Sutoyo No.2
Purworejo.
Rakor dihadiri Kabid Wasbang
Kesbangpol Purworejo Bambang Wisnu, HIS.AP, Ketua FKDM Muhammad Adi Pratama,
Sekretaris FKDM Eko Nurrahmad, S.Pd., M.Pd, serta jajaran anggota FKDM lainnya.
Dalam arahannya, Kabid Wasbang
menegaskan pentingnya forum rakor sebagai sarana menyelaraskan program dan
kegiatan FKDM agar sejalan dengan hasil koordinasi, sekaligus mempertajam
indikator serta target kinerja sesuai tugas dan fungsi kewaspadaan dini
masyarakat.
Salah satu isu strategis yang
dibahas adalah potensi kerawanan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LP2B) dalam rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Mengingat Purworejo
merupakan daerah agraris dengan banyak lahan sawah produktif yang sebagian
besar telah masuk LP2B dalam RTRW, pembangunan koperasi tanpa verifikasi status
lahan dinilai berisiko melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009
tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Beberapa titik rawan yang
diidentifikasi antara lain desa dengan sawah teknis beririgasi, tanah kas desa
yang masuk LP2B, pembangunan tanpa konsultasi dinas teknis, serta tekanan
target pembentukan koperasi desa. Disimpulkan, risiko hukum dan administratif
cukup tinggi apabila tidak didahului verifikasi dan koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, perwakilan FKDM
menekankan bahwa studi koperasi tetap dapat dilakukan dengan mematuhi regulasi
yang berlaku. FKDM juga merencanakan pelaksanaan rakor dan dialog minimal empat
kali dalam setahun, disertai peningkatan publikasi serta penguatan dukungan
pimpinan, khususnya di Ring 1, guna memperkuat eksistensi dan peran FKDM.
Rakor menghasilkan kesepakatan
perlunya sinkronisasi program, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi
kerawanan tata ruang, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam setiap
kebijakan strategis daerah.
.png)


