▴Hut RI 81▴
- Tim Pengawasan Orang Asing Purworejo Perkuat Sinergi, 59 WNA Jadi Fokus Pengawasan
- Kodim 0708/Purworejo Gelar Sholat Istisqa, Memohon Hujan dan Karhutla Segera Padam
- Kesbangpol Purworejo Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas dan Bertanggung Jawab
- Karnaval Parade Kreatif Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Purworejo
- Paskibraka Purworejo Matangkan Persiapan Jelang Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Karnaval Kutoarjo Meriah, Ribuan Warga Antusias Rayakan Semangat Kemerdekaan
- Kesbangpol Purworejo Dorong Pelajar SMK YPP Jadi Generasi Disiplin dan Berkarakter
- Pelepasan Kontingen POPDA Purworejo 2026, Siap Tingkatkan Tradisi Prestasi di Jawa Tengah
- Karya Bakti Sinergi TNI, Polri, Pemda, dan Masyarakat Bersihkan Pasar Purworejo
- Kunjungan Keluarga Besar Trah Jenderal Oerip Sumoharjo ke Rumah Juang DHC 45 Purworejo
Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo

Keterangan Gambar : Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
Purworejo – Suasana khidmat
menyelimuti Pendopo Kabupaten Purworejo pada Kamis (26/2/2026) malam dalam
gelaran Pengetan Jumenengan memperingati Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Purworejo ini dihadiri sekitar 150 tamu undangan dari unsur Forkopimda, tokoh
agama, tokoh masyarakat, budayawan, hingga keluarga Tjokronegoro.
Hadir dalam kesempatan tersebut
Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran pimpinan DPRD, TNI-Polri, Kejaksaan,
Pengadilan Negeri, Sekda, Kepala OPD, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta
tokoh lintas agama.
Rangkaian acara diawali dengan
pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Purworejo, doa, laporan
penyelenggara, sambutan Bupati, pembacaan riwayat hidup Kanjeng Raden Adipati
Aryo Cokronegoro I, pertunjukan Tari Beksan Kidung Cokro dan Cokro Tunggal,
hingga penutup.
Mengenang Jejak Sejarah Purworejo
Dalam pembacaan riwayat,
disampaikan bahwa K.R.A.A. Cokronegoro I dilantik pada 18 Juni 1831 sebagai
Bupati pertama Purworejo setelah penataan wilayah pasca Perang Diponegoro.
Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Purworejo.
Sebagai bupati pertama, beliau
berperan penting dalam menata pemerintahan, menjaga stabilitas keamanan, serta
meletakkan fondasi tata kelola daerah yang tertib dan berkembang.
Kepemimpinannya menjadi tonggak berdirinya Purworejo secara administratif,
sekaligus tetap berakar pada tradisi keraton Jawa.
Momentum Refleksi dan Penguatan
Jati Diri
Dalam sambutannya, Bupati Yuli
Hastuti menyampaikan bahwa Pengetan Jumenengan bukan sekadar seremoni, tetapi
momentum refleksi atas perjalanan panjang Purworejo selama 195 tahun.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat
meneladani semangat para pendiri daerah untuk terus menjaga persatuan,
melestarikan budaya, serta mendorong kemajuan daerah menuju Purworejo yang
berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.
Kegiatan berlangsung aman,
tertib, dan penuh nuansa budaya. Pengetan Jumenengan tahun ini menjadi
pengingat bahwa semangat kepemimpinan Cokronegoro I tetap relevan sebagai
inspirasi membangun Purworejo yang adil, makmur, dan bermartabat.
.png)


