Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo

By Administrator 27 Feb 2026, 08:35:27 WIB Kegiatan
Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo

Keterangan Gambar : Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo


Purworejo – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Purworejo pada Kamis (26/2/2026) malam dalam gelaran Pengetan Jumenengan memperingati Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo ini dihadiri sekitar 150 tamu undangan dari unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, hingga keluarga Tjokronegoro.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran pimpinan DPRD, TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Sekda, Kepala OPD, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh lintas agama.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Purworejo, doa, laporan penyelenggara, sambutan Bupati, pembacaan riwayat hidup Kanjeng Raden Adipati Aryo Cokronegoro I, pertunjukan Tari Beksan Kidung Cokro dan Cokro Tunggal, hingga penutup.

Mengenang Jejak Sejarah Purworejo

Dalam pembacaan riwayat, disampaikan bahwa K.R.A.A. Cokronegoro I dilantik pada 18 Juni 1831 sebagai Bupati pertama Purworejo setelah penataan wilayah pasca Perang Diponegoro. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Purworejo.

Sebagai bupati pertama, beliau berperan penting dalam menata pemerintahan, menjaga stabilitas keamanan, serta meletakkan fondasi tata kelola daerah yang tertib dan berkembang. Kepemimpinannya menjadi tonggak berdirinya Purworejo secara administratif, sekaligus tetap berakar pada tradisi keraton Jawa.

Momentum Refleksi dan Penguatan Jati Diri

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan bahwa Pengetan Jumenengan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas perjalanan panjang Purworejo selama 195 tahun.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani semangat para pendiri daerah untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong kemajuan daerah menuju Purworejo yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa budaya. Pengetan Jumenengan tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat kepemimpinan Cokronegoro I tetap relevan sebagai inspirasi membangun Purworejo yang adil, makmur, dan bermartabat.