▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo

Keterangan Gambar : Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
Purworejo – Suasana khidmat
menyelimuti Pendopo Kabupaten Purworejo pada Kamis (26/2/2026) malam dalam
gelaran Pengetan Jumenengan memperingati Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Purworejo ini dihadiri sekitar 150 tamu undangan dari unsur Forkopimda, tokoh
agama, tokoh masyarakat, budayawan, hingga keluarga Tjokronegoro.
Hadir dalam kesempatan tersebut
Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran pimpinan DPRD, TNI-Polri, Kejaksaan,
Pengadilan Negeri, Sekda, Kepala OPD, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta
tokoh lintas agama.
Rangkaian acara diawali dengan
pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Purworejo, doa, laporan
penyelenggara, sambutan Bupati, pembacaan riwayat hidup Kanjeng Raden Adipati
Aryo Cokronegoro I, pertunjukan Tari Beksan Kidung Cokro dan Cokro Tunggal,
hingga penutup.
Mengenang Jejak Sejarah Purworejo
Dalam pembacaan riwayat,
disampaikan bahwa K.R.A.A. Cokronegoro I dilantik pada 18 Juni 1831 sebagai
Bupati pertama Purworejo setelah penataan wilayah pasca Perang Diponegoro.
Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Purworejo.
Sebagai bupati pertama, beliau
berperan penting dalam menata pemerintahan, menjaga stabilitas keamanan, serta
meletakkan fondasi tata kelola daerah yang tertib dan berkembang.
Kepemimpinannya menjadi tonggak berdirinya Purworejo secara administratif,
sekaligus tetap berakar pada tradisi keraton Jawa.
Momentum Refleksi dan Penguatan
Jati Diri
Dalam sambutannya, Bupati Yuli
Hastuti menyampaikan bahwa Pengetan Jumenengan bukan sekadar seremoni, tetapi
momentum refleksi atas perjalanan panjang Purworejo selama 195 tahun.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat
meneladani semangat para pendiri daerah untuk terus menjaga persatuan,
melestarikan budaya, serta mendorong kemajuan daerah menuju Purworejo yang
berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.
Kegiatan berlangsung aman,
tertib, dan penuh nuansa budaya. Pengetan Jumenengan tahun ini menjadi
pengingat bahwa semangat kepemimpinan Cokronegoro I tetap relevan sebagai
inspirasi membangun Purworejo yang adil, makmur, dan bermartabat.
.png)


