▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru 2025/2026 Kabupaten Purworejo

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru 2025/2026 Kabupaten Purworejo
Purworejo, 4 Desember 2025 — Dalam
rangka memastikan situasi tetap aman dan kondusif menjelang Natal 2025 dan
Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Satpol PP dan Damkar
menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Ketentraman dan
Ketertiban Umum, Kamis (4/12), bertempat di Ruang Kepala Satpol PP Damkar.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.20 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta
dari unsur TNI, Polri, OPD terkait, dan jajaran ketertiban kecamatan.
Rakor dibuka dengan sambutan Teguh Wibowo S.Kep.,
Ns., MM., Kabid Trantibumlinmas yang mewakili Kasatpol PP. Ia menegaskan bahwa
koordinasi lintas sektor sangat penting untuk menyamakan langkah pengamanan
Nataru, sekaligus menindaklanjuti arahan dalam rapat sebelumnya di tingkat
kabupaten.
Dalam pemaparan materi, Satpol PP menekankan
sejumlah poin strategis, di antaranya koordinasi terpadu dengan TNI/Polri,
Dishub, Dinkes, dan stakeholder lain; penguatan kelancaran lalu lintas;
peningkatan koordinasi pengendalian inflasi; pembentukan posko pengamanan
bersama Forkopimda; penguatan transportasi, infrastruktur, serta kesiapsiagaan
menghadapi potensi bencana. Pemda juga diwajibkan melaporkan pelaksanaan pengamanan
Nataru secara berjenjang kepada Kementerian Dalam Negeri.
Peran Satlinmas turut ditegaskan, terutama dalam
mendukung ketertiban umum tingkat desa/kelurahan, penanggulangan bencana,
pengamanan tempat ibadah, objek vital, sarana publik, hingga dukungan terhadap
upaya pertahanan negara.
Lima titik Pos Pengamanan (Pospam) direncanakan
didirikan, yaitu:
1.
Depan Pendopo Kabupaten Purworejo (Pos Terpadu),
2.
Gereja Santa Perawan Maria,
3.
Gereja Santa Yohanes Rasul Kutoarjo,
4.
Stasiun Kutoarjo,
5.
Terminal Purworejo.
Rakor juga memetakan potensi gangguan keamanan
seperti pesta minuman keras, kemacetan, pedagang kembang api di zona terlarang,
hiburan karaoke, kerawanan bencana, lonjakan pengunjung tempat wisata, hingga
penyakit masyarakat.
Dari sesi diskusi, Kodim 0708/Purworejo
menyatakan kesiapannya mendukung pengamanan termasuk di gereja-gereja dan
Stasiun Kutoarjo. Polres Purworejo menegaskan akan menurunkan 133 personel
setiap hari dengan apel pagi dan sore, serta memastikan kenyamanan Pos
Pengamanan. Dinkes menyiagakan ambulans dan menempatkan dua tenaga kesehatan di
tiap pos. Dishub menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan pos dan personel
siaga di kantor.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu
menciptakan suasana Natal dan Tahun Baru yang aman, lancar, dan tertib bagi
masyarakat Purworejo. Rapat berlangsung lancar dan kondusif hingga selesai.
.png)


