▴Paskibraka 2025▴
- Kesbangpol Purworejo Matangkan Persiapan Tes Kesamaptaan Calon Paskibraka 2026
- Muscab PKB Purworejo 2026 Berlangsung Lancar, Siap Lahirkan Kepengurusan Baru
- Kesiapan May Day 2026 di Purworejo Dimatangkan, Pengamanan Humanis Jadi Prioritas
- Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo
- Halal Bihalal Kesbangpol Purworejo Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Ketakwaan
- Rakor Pelepasan dan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Persiapan
- Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026
- Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Murah dan KDKMP di Purworejo, Disambut Antusias Warga
- Rapat Koordinasi Persiapan Perayaan Paskah Umat Kristiani Kabupaten Purworejo Digelar
- Bupati Purworejo Pimpin Rakorpim TW1 2026: Percepat Realisasi, Hindari Penumpukan Akhir Tahun
Rapat Koordinasi Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis: Pemkab Purworejo Tegaskan Komitmen Perbaikan dan Keamanan Pangan

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis
Purworejo, 4 Oktober 2025 —
Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Percepatan dan
Penanganan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Arahiwang, Komplek
Sekretariat Daerah. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.46 WIB
ini dihadiri sekitar 80 peserta, termasuk jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, dan
perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hadir dalam kegiatan antara lain Wakil Bupati
Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Wakil Ketua DPRD Sri
Susilowati, Dandim 0708 Letkol Inf. Imam Purwoko,
Kapolres AKBP Andry Agustiano, Kajari Hasnadirah,
serta Pj Sekda dr. Tolkha Amarudin.
Rakor tersebut menjadi momentum evaluasi
menyeluruh pasca insiden keracunan makanan yang menimpa 134 warga penerima
program MBG. Pj Sekda Purworejo menegaskan perlunya perbaikan total
dalam proses produksi, distribusi, dan pengawasan makanan agar
kejadian serupa tidak terulang. “Sanitasi dapur, pelatihan petugas, dan
penerapan SOP keamanan pangan harus diperkuat,” tegasnya.
Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi dalam arahannya
menekankan pentingnya komitmen dan tanggung jawab bersama
dalam memastikan kualitas makanan bergizi. “Kejadian ini menjadi pelajaran
berharga. Kualitas pangan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut
kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolres Purworejo
menegaskan bahwa setiap bentuk kelalaian yang menyebabkan korban jiwa dapat
berimplikasi hukum. Sementara Dandim 0708 Purworejo menyoroti
pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan makanan aman dan layak
konsumsi.
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Kesehatan
dr. Sudarmi melaporkan bahwa dari 19 dapur penyedia MBG, masih ada
empat yang belum mengikuti pelatihan keamanan pangan. Ia juga menegaskan bahwa
setiap satuan pelaksana wajib menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam untuk
kepentingan pemeriksaan bila terjadi kasus keracunan.
Dukungan terhadap pengawasan juga datang dari
unsur DPRD, Kejaksaan Negeri, dan BGN
yang menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, serta peningkatan mutu di
seluruh rantai distribusi makanan.
Rapat menghasilkan komitmen bersama bahwa seluruh
pihak—pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, dan BGN—akan memperkuat sistem
pengawasan, menerapkan standar keamanan pangan nasional, serta memastikan
program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa risiko
kesehatan.
Dengan langkah evaluatif dan koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Purworejo menegaskan keseriusannya dalam menghadirkan program Makanan Bergizi Gratis yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat
.png)


