▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Rakor Program Makan Bergizi di Purworejo, Wabup Tekankan Sinergi dan Keamanan Pangan

Keterangan Gambar : Rakor Program Makan Bergizi di Purworejo
Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo
menggelar Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi (MBG) pada Rabu (1/10/2025) di
Ruang Otonom Setda Purworejo. Rapat dipimpin Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi,
S.Ikom., M.Si, dan dihadiri sekitar 35 peserta dari Forkopimda, OPD terkait,
serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purworejo
menegaskan pentingnya sinergi antar-stakeholder untuk menyukseskan program MBG
yang merupakan arahan Presiden RI. Program ini ditujukan untuk meningkatkan
gizi anak sekolah, balita, hingga ibu hamil, sekaligus membantu perekonomian
rakyat. Ia menekankan aspek keamanan pangan agar tidak ada kasus keracunan di
sekolah serta perlunya komunikasi publik dan pemahaman SOP darurat di setiap
satuan pendidikan.
Berdasarkan data awal, jumlah penerima manfaat
MBG di Purworejo diperkirakan mencapai 205.151 orang yang tersebar di 16
kecamatan. Saat ini, baru 19 dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang
sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan
operasional.
Sejumlah isu mengemuka dalam rapat, mulai dari
keterlambatan realisasi mitra, minimnya keterlibatan koperasi/BUMDes sebagai
pemasok bahan pangan, hingga perlunya pemetaan geospasial penerima manfaat.
Inspektorat ditunjuk sebagai koordinator monitoring dan evaluasi, sedangkan
Kodim 0708 dan Polres Purworejo siap mendukung pengawasan di lapangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya
penurunan pengeluaran keluarga penerima manfaat hingga 20% setelah program
berjalan. Namun, masih ditemukan potensi kekurangan bahan baku tertentu,
terutama sayuran, sehingga perlu antisipasi sejak dini.
Dengan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat,
Program MBG diharapkan dapat segera berjalan optimal dan memberikan manfaat
nyata bagi peningkatan gizi masyarakat Purworejo.
.png)


