▴Hakordia 2025▴
- Merti Desa Purbayan, Wabup Dion Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Berkelanjutan
- Wabup Dion Hadiri Pisah Sambut Kapolres Purworejo, Apresiasi Sinergi yang Terbangun
- Wabup Purworejo Tegaskan Pembangunan SDM Sejalan dengan Infrastruktur
- Pisah Sambut Dandim dan Kapolres, Perkuat Sinergi Forkopimda Purworejo
- Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama Meriahkan HAB ke-80 Kementerian Agama di Purworejo
- Tradisi Lepas Sambut Dandim 0708/Purworejo Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
- Rapat Koordinasi Hari Jadi ke-195 Purworejo Matangkan Rangkaian Kegiatan Tahun 2026
- Natal Bersama Umat Kristiani Purworejo Perkuat Toleransi dan Persaudaraan
- Polres Purworejo Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026
- Mediasi Kolam Renang Combatama Butuh: Pemilik Siap Urus Izin Karaoke dan Patuhi Aturan
Rakor P4GN Purworejo Ungkap Fakta Mengkhawatirkan, Anak Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Keterangan Gambar : Rakor P4GN Purworejo
Purworejo – Ancaman narkoba kini kian nyata menyasar generasi muda di Purworejo. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) yang digelar Badan Kesbangpol Purworejo, Senin (29/9/2025) di Ruang Rapat Garuda.
Rapat yang dipimpin Plt Kaban Kesbangpol, Agus
Widiyanto, dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari BNN, Polres, Kodim 0708,
Kemenag, OPD teknis hingga perwakilan sekolah. Setidaknya 25 peserta mengikuti
kegiatan strategis tersebut.
Dalam paparannya, Agus Widiyanto membeberkan
hasil skrining di salah satu sekolah yang mengejutkan. Beberapa siswa
terindikasi menggunakan narkoba sehingga perlu segera ditangani bersama. Ia
menekankan pentingnya pendampingan, solusi, serta langkah preventif agar
penyalahgunaan narkoba tidak meluas.
Kepala BNN Kabupaten Magelang, Santi L,
menambahkan bahwa hasil tes urine memang menunjukkan adanya anak yang positif
menggunakan amfetamin. Fenomena ini disebut sebagai tren baru yang harus
diantisipasi serius dengan asesmen lanjutan, rehabilitasi, serta penetapan
Puskesmas sebagai institusi wajib lapor (IPWL).
Dinas Kesehatan juga menyoroti maraknya
penyalahgunaan obat flu dan batuk, sementara pihak kecamatan bahkan menemukan
kasus siswa SMP yang mengaku menjual barang terkait narkoba. Sejumlah sekolah,
seperti SMK 1 Purworejo, menggarisbawahi pentingnya peran keluarga dalam
membentengi anak dari kenakalan remaja.
Kemenag mendorong penerapan tes narkoba berkala
serta pemasangan tanda Sekolah/Madrasah Bebas Narkoba. Sementara itu,
Polres mengungkap bahwa peredaran narkoba di Purworejo diduga berasal dari
Kebumen melalui sistem COD.
Rakor menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat
sinergi lintas sektor, mulai dari edukasi, pengawasan, rehabilitasi hingga
tindakan hukum. Semua pihak menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus
dimulai dari kesadaran bersama, melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan
masyarakat.
.png)


