▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Penguatan Bela Negara Bagi Guru PPPK Purworejo: Membangun Karakter dan Semangat Kebangsaan

Keterangan Gambar : Penguatan Bela Negara Bagi Guru PPPK Purworejo
Purworejo, 29 Oktober 2025 — Dalam upaya menanamkan
semangat nasionalisme dan memperkuat karakter aparatur pendidikan, Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan
kegiatan Pendidikan Bela Negara bagi
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025. Kegiatan
yang berlangsung selama dua hari di Heroespark
Bumi Perkemahan Desa Dungsari ini mengusung tema “Penguatan Bela Negara bagi Guru PPPK sebagai Garda Terdepan
Pendidikan Karakter Bangsa.”
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan
Politik, Triwahyuni Wulansari, AP., M.AP. Turut hadir antara lain Plt Asisten I Ahmad Jainuddin, S.IP., MM., Plt
Kepala Kesbangpol Agus Widiyamto, S.IP., M.Si., Kabid Kesatuan Bangsa Bambang
Wisnu, HIS., A.P., serta jajaran Kodim 0708/Purworejo.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf
Ahli, ditegaskan bahwa semangat bela negara bukan hanya soal kesiapan fisik,
tetapi juga mental, moral, dan
intelektual untuk menjaga keutuhan NKRI dan menegakkan nilai-nilai
Pancasila. “Melalui pendidikan ini diharapkan tumbuh semangat nasionalisme,
cinta tanah air, dan karakter disiplin serta berintegritas tinggi di kalangan
aparatur,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan
menjadi wadah pembentukan karakter ASN yang profesional dan berjiwa kebangsaan.
“Sebagai garda terdepan pendidikan, guru PPPK memiliki tanggung jawab besar
dalam menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda,”
tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kesbangpol Agus Widiyamto dalam arahannya
menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara tahun ini mengalami efisiensi dari lima
hari menjadi dua hari tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Ia menegaskan
pentingnya empat pilar kebangsaan — Pancasila,
UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI Harga Mati — sebagai landasan
moral dan ideologis bangsa.
“Di Kabupaten Purworejo terdapat tiga
eks-narapidana terorisme yang masih dalam pemantauan. Karena itu, guru PPPK
diharapkan berperan aktif menanamkan wawasan kebangsaan kepada para siswa untuk
mencegah paham radikal di lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Adapun narasumber Andang Nugraha Hatara Sutrisno, S.STP., M.Si. dari
Bagian Kesra memberikan materi tentang Wawasan
Kebangsaan bagi PPPK, mencakup kesadaran berbangsa, tanggung jawab
terhadap pembangunan, serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan
sehari-hari, seperti menghormati simbol negara, menghargai keberagaman, dan
berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan.
Kegiatan
berlangsung lancar dan tertib,
dengan diikuti sekitar 100 peserta
yang menunjukkan antusiasme tinggi. Melalui pendidikan ini, diharapkan para
guru PPPK dapat menjadi teladan dalam
memperkuat karakter bangsa serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di
dunia pendidikan.
.png)


