▴Hakordia 2025▴
- Merti Desa Purbayan, Wabup Dion Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Berkelanjutan
- Wabup Dion Hadiri Pisah Sambut Kapolres Purworejo, Apresiasi Sinergi yang Terbangun
- Wabup Purworejo Tegaskan Pembangunan SDM Sejalan dengan Infrastruktur
- Pisah Sambut Dandim dan Kapolres, Perkuat Sinergi Forkopimda Purworejo
- Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama Meriahkan HAB ke-80 Kementerian Agama di Purworejo
- Tradisi Lepas Sambut Dandim 0708/Purworejo Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
- Rapat Koordinasi Hari Jadi ke-195 Purworejo Matangkan Rangkaian Kegiatan Tahun 2026
- Natal Bersama Umat Kristiani Purworejo Perkuat Toleransi dan Persaudaraan
- Polres Purworejo Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026
- Mediasi Kolam Renang Combatama Butuh: Pemilik Siap Urus Izin Karaoke dan Patuhi Aturan
Penguatan Bela Negara Bagi Guru PPPK Purworejo: Membangun Karakter dan Semangat Kebangsaan

Keterangan Gambar : Penguatan Bela Negara Bagi Guru PPPK Purworejo
Purworejo, 29 Oktober 2025 — Dalam upaya menanamkan
semangat nasionalisme dan memperkuat karakter aparatur pendidikan, Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan
kegiatan Pendidikan Bela Negara bagi
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025. Kegiatan
yang berlangsung selama dua hari di Heroespark
Bumi Perkemahan Desa Dungsari ini mengusung tema “Penguatan Bela Negara bagi Guru PPPK sebagai Garda Terdepan
Pendidikan Karakter Bangsa.”
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan
Politik, Triwahyuni Wulansari, AP., M.AP. Turut hadir antara lain Plt Asisten I Ahmad Jainuddin, S.IP., MM., Plt
Kepala Kesbangpol Agus Widiyamto, S.IP., M.Si., Kabid Kesatuan Bangsa Bambang
Wisnu, HIS., A.P., serta jajaran Kodim 0708/Purworejo.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf
Ahli, ditegaskan bahwa semangat bela negara bukan hanya soal kesiapan fisik,
tetapi juga mental, moral, dan
intelektual untuk menjaga keutuhan NKRI dan menegakkan nilai-nilai
Pancasila. “Melalui pendidikan ini diharapkan tumbuh semangat nasionalisme,
cinta tanah air, dan karakter disiplin serta berintegritas tinggi di kalangan
aparatur,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan
menjadi wadah pembentukan karakter ASN yang profesional dan berjiwa kebangsaan.
“Sebagai garda terdepan pendidikan, guru PPPK memiliki tanggung jawab besar
dalam menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda,”
tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kesbangpol Agus Widiyamto dalam arahannya
menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara tahun ini mengalami efisiensi dari lima
hari menjadi dua hari tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Ia menegaskan
pentingnya empat pilar kebangsaan — Pancasila,
UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI Harga Mati — sebagai landasan
moral dan ideologis bangsa.
“Di Kabupaten Purworejo terdapat tiga
eks-narapidana terorisme yang masih dalam pemantauan. Karena itu, guru PPPK
diharapkan berperan aktif menanamkan wawasan kebangsaan kepada para siswa untuk
mencegah paham radikal di lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Adapun narasumber Andang Nugraha Hatara Sutrisno, S.STP., M.Si. dari
Bagian Kesra memberikan materi tentang Wawasan
Kebangsaan bagi PPPK, mencakup kesadaran berbangsa, tanggung jawab
terhadap pembangunan, serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan
sehari-hari, seperti menghormati simbol negara, menghargai keberagaman, dan
berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan.
Kegiatan
berlangsung lancar dan tertib,
dengan diikuti sekitar 100 peserta
yang menunjukkan antusiasme tinggi. Melalui pendidikan ini, diharapkan para
guru PPPK dapat menjadi teladan dalam
memperkuat karakter bangsa serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di
dunia pendidikan.
.png)


