▴Paskibraka 2025▴
- Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Purworejo, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Masyarakat
- Launching SPPG Mudal, Dukung Program Pemenuhan Gizi bagi 1.050 Siswa di Purworejo
- Sinergi Hangat di Pendopo: Bupati dan Pengusaha Purworejo Santuni Ratusan Anak Yatim serta Disabilitas
- Perkuat Sinergi, Bupati Yuli Hastuti Gelar Tarawih Silaturahim di Desa Pekacangan
- Gema Sholawat dan Kreativitas Islami Warnai Kemeriahan \"Sedapnya Silaturahmi\" di Purworejo
- Perkuat Pertahanan, Kemhan Tinjau Lahan Strategis Yon TP di Purworejo
- Sosialisasi Pembentukan Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Digelar, Seleksi Dilakukan Secara Online dan Transparan
- Rakor FKDM Purworejo Bahas Sinkronisasi Program dan Isu LP2B
- Pengetan Jumenengan Warnai Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
- Kesbangpol Purworejo Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Pagelaran Wayang Kulit Kapribaden Meriah, Bakesbangpol Tekankan Harmoni dan Pelestarian Budaya

Keterangan Gambar : Pagelaran Wayang Kulit Kapribaden Meriah
Purworejo,
13 November 2025 — Suasana penuh kekhidmatan dan kekayaan
budaya Jawa terasa kuat di Pendopo Sasana Nunggal Rasa, Kompleks Makam Romo
Semono, Dusun Sijengking, Kalinongko, Loano. Lebih dari 700 warga memadati
lokasi untuk mengikuti Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 70
tahun Turunnya Wahyu Panca Gaib Paguyuban Aliran Kepercayaan Kapribaden, Kamis
(13/11) malam.
Acara yang
mengusung tema “Kunci, Asmo, Mijil, Singkir, dan Paweling” ini menjadi
momentum penting bagi para penghayat kepercayaan Kapribaden, sekaligus ruang
aktualisasi seni tradisi yang sarat nilai moral dan spiritual. Badan Kesatuan
Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Purworejo turut hadir sebagai bentuk dukungan
terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan kerukunan umat berkepercayaan.
Dihadiri Unsur Forkopimcam dan Tokoh Penghayat
Berbagai
unsur pemerintah dan tokoh masyarakat hadir, di antaranya Camat Loano Kusairi,
AP, MM (mewakili Bupati Purworejo), Danramil 11 Loano Lettu Inf Heri Yudono,
Kapolsek Loano AKP Sarpan, S.H., M.H., perwakilan Bakesbangpol Efendi Markuat,
S.IP, Kejaksaan Negeri Purworejo, perwakilan PDAM Tirta Purwitosari, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan, hingga para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan
pengurus Paguyuban Kapribaden.
Rangkaian
acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, sambutan,
hingga pementasan wayang kulit yang menjadi puncak kegiatan.
Pesan Pemerintah: Jaga Tradisi, Rawat Kerukunan
Mewakili
Bupati Purworejo, Camat Loano dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya peringatan turunnya Wahyu Panca Gaib ke-70 ini. Pemerintah
menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kelestarian budaya leluhur,
tetapi juga memperkuat persaudaraan dan harmoni sosial.
"Pemerintah
Kabupaten Purworejo menyampaikan selamat kepada warga dan pengurus Paguyuban
Penghayat Kepercayaan. Semoga kegiatan ini menjadi momentum mempererat
persaudaraan serta menjaga keluhuran tradisi," ujarnya.
Ia
menegaskan bahwa pelestarian tradisi selaras dengan misi RPJMD Purworejo
2025–2029 untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berbudaya, dan sejahtera.
Pemerintah berkomitmen mendukung seluruh elemen budaya dan kepercayaan dalam
menjaga kerukunan di Kabupaten Purworejo.
Bakesbangpol: Kolaborasi untuk Kerukunan
Perwakilan
Bakesbangpol, Efendi Markuat, S.IP, menegaskan dukungan penuh terhadap
kegiatan-kegiatan penghayat kepercayaan sebagai wujud keragaman budaya dan
spiritual di Purworejo. Menurutnya, pagelaran ini memperlihatkan harmonisasi
antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta kelestarian
budaya daerah.
“Kerukunan
menjadi fondasi penting bagi keamanan dan ketertiban wilayah. Bakesbangpol akan
terus mendorong kolaborasi agar masyarakat tetap rukun, damai, serta mampu
melestarikan nilai budaya yang menjadi identitas Purworejo,” ujarnya.
Tradisi yang Terus Hidup
Pagelaran
Wayang Kulit berlangsung meriah hingga pukul 23.15 WIB. Antusiasme warga
membuktikan bahwa tradisi Jawa tetap menjadi ruang ekspresi spiritual yang
hidup dan relevan. Perayaan 70 tahun Turunnya Wahyu Panca Gaib Kapribaden ini
sekaligus meneguhkan komitmen masyarakat dalam menjaga budaya, warisan leluhur,
dan keharmonisan sosial di Bumi Purworejo.
.png)


