Pagelaran Wayang Kulit Kapribaden Meriah, Bakesbangpol Tekankan Harmoni dan Pelestarian Budaya

By Administrator 14 Nov 2025, 16:31:04 WIB Kegiatan
Pagelaran Wayang Kulit Kapribaden Meriah, Bakesbangpol Tekankan Harmoni dan Pelestarian Budaya

Keterangan Gambar : Pagelaran Wayang Kulit Kapribaden Meriah


Purworejo, 13 November 2025 — Suasana penuh kekhidmatan dan kekayaan budaya Jawa terasa kuat di Pendopo Sasana Nunggal Rasa, Kompleks Makam Romo Semono, Dusun Sijengking, Kalinongko, Loano. Lebih dari 700 warga memadati lokasi untuk mengikuti Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 70 tahun Turunnya Wahyu Panca Gaib Paguyuban Aliran Kepercayaan Kapribaden, Kamis (13/11) malam.

Acara yang mengusung tema “Kunci, Asmo, Mijil, Singkir, dan Paweling” ini menjadi momentum penting bagi para penghayat kepercayaan Kapribaden, sekaligus ruang aktualisasi seni tradisi yang sarat nilai moral dan spiritual. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Purworejo turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan kerukunan umat berkepercayaan.

Dihadiri Unsur Forkopimcam dan Tokoh Penghayat

Berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat hadir, di antaranya Camat Loano Kusairi, AP, MM (mewakili Bupati Purworejo), Danramil 11 Loano Lettu Inf Heri Yudono, Kapolsek Loano AKP Sarpan, S.H., M.H., perwakilan Bakesbangpol Efendi Markuat, S.IP, Kejaksaan Negeri Purworejo, perwakilan PDAM Tirta Purwitosari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus Paguyuban Kapribaden.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, sambutan, hingga pementasan wayang kulit yang menjadi puncak kegiatan.

Pesan Pemerintah: Jaga Tradisi, Rawat Kerukunan

Mewakili Bupati Purworejo, Camat Loano dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan turunnya Wahyu Panca Gaib ke-70 ini. Pemerintah menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kelestarian budaya leluhur, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan harmoni sosial.

"Pemerintah Kabupaten Purworejo menyampaikan selamat kepada warga dan pengurus Paguyuban Penghayat Kepercayaan. Semoga kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan serta menjaga keluhuran tradisi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi selaras dengan misi RPJMD Purworejo 2025–2029 untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berbudaya, dan sejahtera. Pemerintah berkomitmen mendukung seluruh elemen budaya dan kepercayaan dalam menjaga kerukunan di Kabupaten Purworejo.

Bakesbangpol: Kolaborasi untuk Kerukunan

Perwakilan Bakesbangpol, Efendi Markuat, S.IP, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan penghayat kepercayaan sebagai wujud keragaman budaya dan spiritual di Purworejo. Menurutnya, pagelaran ini memperlihatkan harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta kelestarian budaya daerah.

“Kerukunan menjadi fondasi penting bagi keamanan dan ketertiban wilayah. Bakesbangpol akan terus mendorong kolaborasi agar masyarakat tetap rukun, damai, serta mampu melestarikan nilai budaya yang menjadi identitas Purworejo,” ujarnya.

Tradisi yang Terus Hidup

Pagelaran Wayang Kulit berlangsung meriah hingga pukul 23.15 WIB. Antusiasme warga membuktikan bahwa tradisi Jawa tetap menjadi ruang ekspresi spiritual yang hidup dan relevan. Perayaan 70 tahun Turunnya Wahyu Panca Gaib Kapribaden ini sekaligus meneguhkan komitmen masyarakat dalam menjaga budaya, warisan leluhur, dan keharmonisan sosial di Bumi Purworejo.