▴Paskibraka 2025▴
- Kesbangpol Purworejo Matangkan Persiapan Tes Kesamaptaan Calon Paskibraka 2026
- Muscab PKB Purworejo 2026 Berlangsung Lancar, Siap Lahirkan Kepengurusan Baru
- Kesiapan May Day 2026 di Purworejo Dimatangkan, Pengamanan Humanis Jadi Prioritas
- Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo
- Halal Bihalal Kesbangpol Purworejo Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Ketakwaan
- Rakor Pelepasan dan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Persiapan
- Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026
- Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Murah dan KDKMP di Purworejo, Disambut Antusias Warga
- Rapat Koordinasi Persiapan Perayaan Paskah Umat Kristiani Kabupaten Purworejo Digelar
- Bupati Purworejo Pimpin Rakorpim TW1 2026: Percepat Realisasi, Hindari Penumpukan Akhir Tahun
Bawaslu Purworejo Gelar Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Triwulan III 2025

Keterangan Gambar : Bawaslu Purworejo Gelar Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Triwulan III 2025
Purworejo – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pemutakhiran
Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025, Selasa (30/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Nur Hadi Kantor Bawaslu Purworejo ini
dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai unsur Forkopimda, instansi
pemerintah, dan stakeholder terkait.
Ketua Bawaslu Purworejo, Purnomosidi, S.Pt.,
dalam sambutannya menegaskan pentingnya akurasi data pemilih yang valid dan
akuntabel. Ia menekankan bahwa pemutakhiran data pemilih harus dilakukan setiap
tiga bulan sekali agar kualitas demokrasi semakin terjaga. “Data pemilih yang
valid akan menjadi dasar penting bagi terciptanya pemilu yang aman, damai, dan
bermartabat,” ujarnya.
Widya Astuti, Koordinator Divisi Pencegahan,
Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Purworejo, memaparkan sejumlah
kendala dalam pengawasan PDPB, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat,
mobilitas penduduk yang tinggi, hingga keterbatasan akses data dan sarana
prasarana. Ia menegaskan perlunya sinergi antar lembaga, termasuk peran KPU,
Kesbangpol, Polres, Kodim, Rutan, hingga instansi pendidikan dan keagamaan.
Sejumlah perwakilan instansi pun menyampaikan
komitmennya untuk mendukung pengawasan data pemilih berkelanjutan. Polres
Purworejo siap membuka akses data anggota purna tugas melalui koordinasi dengan
Kabag SDM, sementara Kodim 0708/Purworejo menegaskan dukungan dalam pemantauan
data prajurit aktif maupun pensiun. Pihak Rutan Purworejo juga menyatakan
kesiapan memberikan data penghuni yang memenuhi syarat sebagai pemilih.
Selain itu, Kesbangpol Purworejo menekankan
pentingnya pendidikan politik di tingkat desa hingga sekolah, sedangkan Kemenag
menegaskan akan mengoptimalkan peran KUA dalam sosialisasi di wilayah.
Melalui rakor ini, Bawaslu berharap tercipta
basis data pemilih yang semakin valid, transparan, serta dapat
dipertanggungjawabkan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam
mewujudkan pemilu di Purworejo yang lebih demokratis dan berintegritas.
.png)


