▴Hakordia 2025▴
- Merti Desa Purbayan, Wabup Dion Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Berkelanjutan
- Wabup Dion Hadiri Pisah Sambut Kapolres Purworejo, Apresiasi Sinergi yang Terbangun
- Wabup Purworejo Tegaskan Pembangunan SDM Sejalan dengan Infrastruktur
- Pisah Sambut Dandim dan Kapolres, Perkuat Sinergi Forkopimda Purworejo
- Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama Meriahkan HAB ke-80 Kementerian Agama di Purworejo
- Tradisi Lepas Sambut Dandim 0708/Purworejo Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
- Rapat Koordinasi Hari Jadi ke-195 Purworejo Matangkan Rangkaian Kegiatan Tahun 2026
- Natal Bersama Umat Kristiani Purworejo Perkuat Toleransi dan Persaudaraan
- Polres Purworejo Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026
- Mediasi Kolam Renang Combatama Butuh: Pemilik Siap Urus Izin Karaoke dan Patuhi Aturan
Bakesbangpol Purworejo Dukung Pelestarian Seni Tradisional Lewat Gelar Apresiasi Seni Kerakyatan 2025

Purworejo – Dalam rangka memperkuat pelestarian
kesenian tradisional daerah, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas
Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar “Apresiasi Seni
Kerakyatan 2025” pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025, di panggung depan
Gedung DPRD Kabupaten Purworejo, Jalan Urip Sumoharjo No. 4 Purworejo. Kegiatan
ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-77 DPRD Kabupaten
Purworejo.
Acara yang berlangsung meriah sejak pukul 19.30
hingga 23.50 WIB tersebut dihadiri sekitar 500 penonton dan
diwarnai dengan penampilan enam finalis terbaik dari berbagai kecamatan. Hadir
pula Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo dr. Tolkha Amaruddin,
Sp.THT, M.Kes mewakili Bupati Purworejo, Ketua DPRD Purworejo Tunaryo,
S.Sos, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, S.E.,
M.H.I., serta jajaran Forkopimda, camat se-Kabupaten Purworejo, kepala
OPD, dan anggota DPRD.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo
Tunaryo, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan,
tetapi juga wujud apresiasi terhadap kreativitas masyarakat dan
semangat pelestarian budaya lokal. Ia menyampaikan bahwa pembangunan
daerah tidak akan lengkap tanpa pembangunan kebudayaan. “Seni dan budaya adalah
cermin kehidupan masyarakat. Di dalamnya ada nilai, semangat gotong royong, dan
jati diri yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo yang diwakili
Sekda dr. Tolkha Amaruddin menekankan bahwa seni merupakan identitas
dan jati diri daerah. Ia mengapresiasi kerja keras para pelaku seni,
sanggar, dan komunitas budaya yang terus menjaga warisan leluhur. “Kegiatan ini
menjadi simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun
Purworejo melalui jalur kebudayaan,” ujarnya.
Enam finalis tampil memukau dengan berbagai
kesenian tradisional seperti Kuda Lumping, Kuda Kepang, dan Dolalak,
mewakili 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Berdasarkan hasil penilaian dewan
juri, Kecamatan Bagelen dengan kelompok Kuda Lumping
Turonggo Seto Desa Piji berhasil meraih Juara I, disusul Ngombol
sebagai Juara II, dan Banyuurip sebagai Juara III.
Acara berlangsung tertib dengan pengamanan dari TNI
(10 personel), Polri (30 personel), dan Satpol
PP (8 personel).
Dari sudut pandang Badan Kesatuan Bangsa
dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo, kegiatan ini memiliki
nilai strategis dalam memperkuat ketahanan budaya dan persatuan
masyarakat. Melalui seni, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan
cinta tanah air dapat terus ditanamkan di tengah masyarakat.
Bakesbangpol menilai bahwa Gelar
Apresiasi Seni Kerakyatan patut dijadikan agenda tahunan, agar para
pelaku seni semakin bersemangat berkarya dan melestarikan kebudayaan daerah.
Acara ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dan DPRD Purworejo
dalam menjaga warisan seni tradisional sebagai bagian dari karakter dan
identitas bangsa.
Purworejo Berseri — Berdaya Saing,
Sejahtera, Religius, dan Inovatif melalui seni dan budaya.
.png)


