▴Upacara 1 Juni 2026▴
- Bakesbangpol Fasilitasi Pembentukan Paskibra Di 16 Kecamatan
- Kesbangpol Purworejo Tanamkan Kesadaran Demokrasi kepada Generasi Muda melalui Pendidikan Politik
- Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar
- Kesbangpol Gelar Sarasehan Ormas, Perkuat Guyub Rukun untuk Purworejo Berseri
- Purworejo Siap Hadiri Rembug Jateng, Jajaran Pimpinan Daerah Bertolak ke Temanggung
- Kepala Bakesbangpol Hadiri Pembahasan RKPD 2027, Pemkab Purworejo Fokus Perkuat Infrastruktur dan Pelayanan Publik
- Paskibraka Purworejo Tuntaskan Tugas Upacaran Penuruan Hari Lahir Pancasila
- Paskibraka Purworejo Angkatan 2025 Tuntaskan Tugas Pengibaran dan Penurunan Bendera pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Khidmat, Pemkab Purworejo Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahu 2026
- Paskibraka Purworejo Siap Bertugas, Masuki Masa Karantina Jelang Hari Lahir Pancasila 2026
Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar
Purworejo,
11 Juni 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan,
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Ruang Rapat Garuda
Bakesbangpol Purworejo, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 20
peserta tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat penegak
hukum, instansi pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga unsur TNI.
Rapat
dibuka oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Purworejo, Nanang Agus
Gutomo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas
sektor untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten
Purworejo. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperluas
edukasi dan penyebaran informasi tentang bahaya narkoba sehingga semakin banyak
generasi muda yang dapat diselamatkan.
Dalam
arahannya, Asisten I Sekda Purworejo Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., mengungkapkan
adanya temuan sebanyak 51 pelajar yang terpapar narkoba di salah satu sekolah
negeri di Kabupaten Purworejo. Ia meminta seluruh pihak terkait segera
mengambil langkah terpadu, termasuk pelaksanaan tes urine, pendataan, serta
penyusunan solusi yang mengedepankan pembinaan agar tidak menimbulkan persoalan
baru bagi masa depan para siswa.
Dari sektor
kesehatan, Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa berbagai program sosialisasi
bahaya rokok dan narkoba telah dilakukan di sekolah-sekolah. Rokok disebut
sebagai salah satu pintu masuk utama penyalahgunaan narkotika. Selain itu,
skrining narkoba juga telah dilaksanakan dan akan diperluas ke berbagai
fasilitas kesehatan.
Sementara
itu, Satresnarkoba Polres Purworejo melaporkan keberhasilan mengungkap 14 kasus
terkait narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk tujuh kasus sabu.
Peredaran narkoba kini semakin berkembang melalui platform digital sehingga
membutuhkan kewaspadaan dan pengawasan yang lebih intensif. Purworejo juga
dinilai menjadi wilayah rawan karena berada pada jalur perlintasan antar
daerah.
Berbagai
instansi lainnya turut memaparkan program pencegahan yang telah berjalan, mulai
dari sosialisasi di sekolah, pembentukan budaya sekolah aman dan nyaman,
pembinaan keagamaan, hingga operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Satpol
PP. Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa penyuluh anti narkoba telah
tersedia di setiap kecamatan dan siap mendukung terwujudnya Zona Bebas Narkoba
di Kabupaten Purworejo.
Perwakilan
BNNK Magelang menambahkan sejumlah program inovatif yang akan dikembangkan,
seperti Ananda Bersinar, Ikan Bersinar, pembentukan Sobat
Bersinar, serta pengembangan Saka Anti Narkoba. Program-program
tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman
narkoba sejak usia dini.
Melalui
rapat koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat sinergi
dan langkah konkret dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan
narkoba. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang
aman, sehat, dan bebas narkoba demi melindungi masa depan generasi muda
Kabupaten Purworejo.
.png)


