Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

By Administrator 11 Jun 2026, 15:24:11 WIB Kegiatan
Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi P4GN Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar


Purworejo, 11 Juni 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Ruang Rapat Garuda Bakesbangpol Purworejo, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 peserta tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga unsur TNI.

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Purworejo, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperluas edukasi dan penyebaran informasi tentang bahaya narkoba sehingga semakin banyak generasi muda yang dapat diselamatkan.

Dalam arahannya, Asisten I Sekda Purworejo Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., mengungkapkan adanya temuan sebanyak 51 pelajar yang terpapar narkoba di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Purworejo. Ia meminta seluruh pihak terkait segera mengambil langkah terpadu, termasuk pelaksanaan tes urine, pendataan, serta penyusunan solusi yang mengedepankan pembinaan agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masa depan para siswa.

Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa berbagai program sosialisasi bahaya rokok dan narkoba telah dilakukan di sekolah-sekolah. Rokok disebut sebagai salah satu pintu masuk utama penyalahgunaan narkotika. Selain itu, skrining narkoba juga telah dilaksanakan dan akan diperluas ke berbagai fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Satresnarkoba Polres Purworejo melaporkan keberhasilan mengungkap 14 kasus terkait narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk tujuh kasus sabu. Peredaran narkoba kini semakin berkembang melalui platform digital sehingga membutuhkan kewaspadaan dan pengawasan yang lebih intensif. Purworejo juga dinilai menjadi wilayah rawan karena berada pada jalur perlintasan antar daerah.

Berbagai instansi lainnya turut memaparkan program pencegahan yang telah berjalan, mulai dari sosialisasi di sekolah, pembentukan budaya sekolah aman dan nyaman, pembinaan keagamaan, hingga operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Satpol PP. Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa penyuluh anti narkoba telah tersedia di setiap kecamatan dan siap mendukung terwujudnya Zona Bebas Narkoba di Kabupaten Purworejo.

Perwakilan BNNK Magelang menambahkan sejumlah program inovatif yang akan dikembangkan, seperti Ananda Bersinar, Ikan Bersinar, pembentukan Sobat Bersinar, serta pengembangan Saka Anti Narkoba. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkoba sejak usia dini.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat sinergi dan langkah konkret dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba demi melindungi masa depan generasi muda Kabupaten Purworejo.