▴Hut RI 81▴
- Kenal Pamit Kapolres Purworejo, Momentum Perkuat Sinergi untuk Purworejo yang Aman dan Kondusif
- Rakor Kewaspadaan Dini, Bakesbangpol Purworejo Perkuat Deteksi Potensi Kerawanan Jelang Pilkades 2027
- Pendonor Darah Sukarela Purworejo Raih Penghargaan, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan
- Bakesbangpol Purworejo Terima Kunjungan Kerja Pansus II DPRD Kediri
- Bakesbangpol Purworejo Perkuat Sinergi P4GN, Wujudkan Kabupaten Bebas Narkotika
- Kesbangpol Purworejo Dorong Generasi Muda Cerdas dan Bijak Berpolitik
- Bakesbangpol Purworejo Ikuti Upacara HAORNAS ke-43, Dorong Olahraga sebagai Gaya Hidup Masyarakat
- Bakesbangpol Purworejo Bekali Siswa SMK YPP dengan Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
- Bakesbangpol Purworejo Pantau PORSADIN Tingkat Kabupaten Tahun 2026
- Tim Pengawasan Orang Asing Purworejo Perkuat Sinergi, 59 WNA Jadi Fokus Pengawasan
Rakor Kewaspadaan Dini, Bakesbangpol Purworejo Perkuat Deteksi Potensi Kerawanan Jelang Pilkades 2027

Keterangan Gambar : Rakor Kewaspadaan Dini, Bakesbangpol Purworejo Perkuat Deteksi Potensi Kerawanan Jelang Pilkades 2027
Purworejo,
17 September 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan
Dini Daerah di Kantor Bakesbangpol Kabupaten Purworejo, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas instansi
dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat
mengganggu keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah.
Rakor
dipimpin Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purworejo Puguh Trihatmoko, S.H.,
M.H., dan dihadiri unsur Polres Purworejo, Kodim 0708 Purworejo, Kejaksaan
Negeri Purworejo, Satpol PP, DPPPAPMD, Disdukcapil, Dinsosdaldukkb, Bagian
Hukum serta perangkat terkait lainnya.
Dalam
arahannya, Puguh Trihatmoko menekankan pentingnya membangun kewaspadaan melalui
deteksi dan pencegahan dini, bukan menunggu munculnya konflik.
Menurutnya, pertukaran informasi antarinstansi menjadi kunci untuk memetakan
potensi kerawanan dan menentukan langkah antisipasi secara cepat dan tepat.
“Kita
tidak boleh menunggu konflik terjadi. Potensi kerawanan harus dapat dideteksi
dan diantisipasi sejak dini melalui koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi,”
tegasnya.
Salah satu
perhatian utama dalam rakor adalah persiapan Pemilihan Kepala Desa
(Pilkades) serentak yang direncanakan berlangsung pada 2027 dan akan melibatkan
340 desa. Sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian, antara lain politik
uang, dinamika antarpendukung calon, serta potensi konflik dalam proses
pemilihan dan penghitungan suara. Untuk itu, pemetaan wilayah rawan dan
sosialisasi regulasi Pilkades dinilai perlu dilakukan sejak awal.
Selain
persiapan Pilkades, rakor juga membahas sejumlah isu aktual di masyarakat,
antara lain persoalan data dan penyaluran bantuan sosial, keresahan masyarakat
terkait pembangunan usaha, aktivitas tempat hiburan, kenakalan remaja,
pencegahan kebakaran lahan, keberadaan warga negara asing atau jamaah dari luar
negeri, hingga sejumlah persoalan sosial dan aset daerah.
Berbagai
informasi dan masukan dari masing-masing instansi tersebut menjadi bahan
bersama untuk menentukan langkah tindak lanjut. Bakesbangpol juga mendorong
agar setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan
ketertiban dapat segera dikomunikasikan sehingga penanganannya dapat dilakukan
secara terpadu.
Rakor
menyepakati perlunya percepatan penyelesaian regulasi dan tahapan Pilkades,
koordinasi terkait data kesejahteraan masyarakat, penguatan pembinaan remaja,
serta peningkatan komunikasi dan koordinasi lintas instansi.
.png)


