▴Hut RI 81▴
- Lanal Cilacap Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah, Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
- Mediasi Dugaan Keracunan MBG di Guntur Capai Kesepakatan, SPPG Kaliboto 2 Ditutup Sementara
- Bekali Mental Juara, Kontingen Purworejo Siap Hadapi Porprov Jateng XVII 2026
- Konfercab Muslimat NU Purworejo 2026 Perkuat Konsolidasi dan Kaderisasi Organisasi
- Kenal Pamit Kapolres Purworejo, Momentum Perkuat Sinergi untuk Purworejo yang Aman dan Kondusif
- Rakor Kewaspadaan Dini, Bakesbangpol Purworejo Perkuat Deteksi Potensi Kerawanan Jelang Pilkades 2027
- Pendonor Darah Sukarela Purworejo Raih Penghargaan, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan
- Bakesbangpol Purworejo Terima Kunjungan Kerja Pansus II DPRD Kediri
- Bakesbangpol Purworejo Perkuat Sinergi P4GN, Wujudkan Kabupaten Bebas Narkotika
- Kesbangpol Purworejo Dorong Generasi Muda Cerdas dan Bijak Berpolitik
Mediasi Dugaan Keracunan MBG di Guntur Capai Kesepakatan, SPPG Kaliboto 2 Ditutup Sementara

Keterangan Gambar : Mediasi Dugaan Keracunan MBG di Guntur Capai Kesepakatan, SPPG Kaliboto 2 Ditutup Sementara
Purworejo – Audiensi dan mediasi antara orang tua anak terdampak dugaan keracunan
Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Kaliboto 2 Yayasan Alamtaro berlangsung di rumah Kepala Dusun Kalipancer 1,
Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Senin (21/9/2026). Kegiatan
yang berlangsung pukul 10.00 hingga 15.50 WIB tersebut diikuti sekitar 50
orang, terdiri atas orang tua korban, masyarakat, pihak SPPG, pemerintah
daerah, TNI-Polri, serta instansi terkait.
Dalam forum
tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penolakan
sementara program MBG di Dusun Kalipancer, penanganan dan skrining kesehatan
korban, pengobatan hingga sembuh, penggantian biaya pengobatan yang telah
dikeluarkan secara mandiri, serta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Kaliboto 2
terkait kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, pengelolaan limbah, dan
penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Pihak SPPG
Kaliboto 2 melalui Kepala SPPG Ahmad Fathul Arifin menyampaikan permohonan maaf
atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyebab kejadian masih dalam
pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan sampel makanan telah
diperiksa oleh pihak terkait. Perwakilan Yayasan Alamtaro juga menyatakan
kesiapan memberikan kompensasi kepada korban sesuai ketentuan dan bukti biaya
yang ada.
Pemerintah
Kecamatan Bener menegaskan bahwa pendataan korban terus dilakukan dan masyarakat
yang masih mengalami keluhan kesehatan diminta segera mendapatkan penanganan
medis. Pemerintah juga meminta agar warga yang telah berobat secara mandiri
menyampaikan datanya untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, hasil pemeriksaan
laboratorium masih dalam proses dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu
minggu.
Hasil
mediasi menyepakati sejumlah langkah penanganan, di antaranya SPPG Kaliboto
2 ditutup sementara selama satu bulan, dilakukan skrining kesehatan
terhadap siswa di sekolah-sekolah Desa Guntur, serta pemberian kompensasi
kepada korban terdampak. Untuk sementara, masyarakat Dusun Kalipancer juga
meminta agar penyelenggaraan MBG di wilayah tersebut dikelola secara mandiri.
Kegiatan
mediasi berlangsung secara kekeluargaan, aman dan kondusif. Kedua belah pihak
sepakat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dengan mengedepankan
penanganan kesehatan dan pemulihan para korban. Instansi terkait juga akan
melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas, higienitas,
keamanan pangan, serta tata kelola SPPG berjalan sesuai ketentuan.
.png)


