▴Upacara 1 Juni 2026▴
- Purworejo Siap Hadiri Rembug Jateng, Jajaran Pimpinan Daerah Bertolak ke Temanggung
- Kepala Bakesbangpol Hadiri Pembahasan RKPD 2027, Pemkab Purworejo Fokus Perkuat Infrastruktur dan Pelayanan Publik
- Paskibraka Purworejo Tuntaskan Tugas Upacaran Penuruan Hari Lahir Pancasila
- Paskibraka Purworejo Angkatan 2025 Tuntaskan Tugas Pengibaran dan Penurunan Bendera pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Khidmat, Pemkab Purworejo Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahu 2026
- Paskibraka Purworejo Siap Bertugas, Masuki Masa Karantina Jelang Hari Lahir Pancasila 2026
- Jelang 1 Juni, Paskibraka Purworejo Intensifkan Pelatihan dan Pemantapan Formasi
- Bakesbangpol Purworejo Tanamkan Kesadaran Demokrasi kepada Generasi Muda
- Gladi Bersih Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Paskibraka Purworejo Tampilkan Kekompakan dan Disiplin
- Pelatihan Paskibraka Purworejo Kembali Digelar, Matangkan Formasi Jelang Hari Lahir Pancasila
Rapat Koordinasi Kesiapan Hadapi Musim Kering 2026, BPBD Purworejo Siapkan Langkah Antisipasi Dini

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Kesiapan Hadapi Musim Kering 2026
Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo
melalui BPBD Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan
Menghadapi Musim Kering Tahun 2026 pada Rabu (8/4/2026) pukul
09.10–11.15 WIB di Aula BPBD Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri sekitar
40 peserta dari unsur Forkopimda, OPD terkait, camat se-Kabupaten Purworejo,
serta lembaga mitra kebencanaan.
Rakor dilaksanakan sebagai langkah antisipatif
menghadapi potensi musim kemarau dan kekeringan yang diprediksi mulai
berlangsung pada Mei 2026. Dalam paparan BPBD Purworejo yang disampaikan Kabid
Kedaruratan dan Logistik, Suparyono, disebutkan bahwa sepanjang Januari hingga
April 2026 telah terjadi 44 kejadian bencana, terdiri dari 13
tanah longsor, 29 pohon tumbang, dan 2 banjir, dengan total 1.396 jiwa
terdampak.
Selain itu, tercatat 88 rumah mengalami
kerusakan serta 3 fasilitas umum terdampak akibat bencana alam. Meski
demikian, tidak terdapat korban jiwa meninggal maupun hilang dalam periode
tersebut.
BPBD Purworejo juga menyampaikan sejumlah langkah
yang telah dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan pancaroba, antara lain
pemantauan cuaca secara berkala melalui BMKG, penyiagaan personel dan
peralatan, koordinasi lintas sektor, serta edukasi kepada masyarakat mengenai
kesiapsiagaan bencana.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di
Jawa Tengah diperkirakan mulai Mei 2026 dengan puncak musim kemarau pada
Agustus 2026 dan durasi berlangsung sekitar 5–7 bulan. Kondisi ini berpotensi
meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pada
sektor pertanian.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah
bersama instansi terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan
kesiapan dalam menghadapi musim kering, termasuk menjaga ketahanan pangan dan
meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan dengan menjaga kebersihan saluran air, memangkas pohon rawan
tumbang, menyesuaikan pola tanam pertanian, serta aktif memantau informasi
cuaca resmi dari pemerintah.
.png)


