▴Paskibraka 2025▴
- Rakor Kewaspadaan Dini Purworejo 2026, Perkuat Sinergi Antisipasi Konflik dan Bencana
- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo Bahas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025
- Rapat Koordinasi Pusat Komunikasi dan Informasi, Pemda Purworejo Perkuat Sinergi Antar Instansi
- Seleksi Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 Tahap III Berjalan Lancar
- Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih Purworejo Berjalan Lancar
- Seleksi Wawasan Kebangsaan Paskibraka Purworejo 2026 Berjalan Lancar
- Pembinaan Distributor Pupuk di Purworejo, Tekankan Transparansi dan Kepatuhan HET
- Monitoring Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H di Purworejo Berjalan Aman dan Lancar
- Ribuan Jamaah Ikuti Sholat Idul Fitri di Alun-Alun Purworejo
- Pemkab Purworejo Sosialisasikan Kebijakan Kabupaten/Kota Bebas Pasung
Rakor Kewaspadaan Dini Purworejo 2026, Perkuat Sinergi Antisipasi Konflik dan Bencana

Keterangan Gambar : Rakor Kewaspadaan Dini Purworejo 2026, Perkuat Sinergi Antisipasi Konflik dan Bencana
Purworejo — Pemerintah Kabupaten Purworejo
menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini Tahun 2026 pada Selasa
(31/3/2026) di Rumah Kebangsaan Kesbangpol. Kegiatan ini dihadiri unsur
Kesbangpol, Polres, Kodim 0708, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Dalam rakor tersebut, Kabid Wasbang Bambang Wisnu
menegaskan pentingnya penguatan Tim Kewaspadaan Dini di tengah keterbatasan
anggaran. Pada tahun 2026, rapat koordinasi akan dilaksanakan sebanyak empat
kali, dengan fokus utama pada deteksi dini potensi konflik dan permasalahan
daerah.
Sementara itu, Kasatintelkam Polres Purworejo AKP
Setio Raharjo menyampaikan bahwa kondisi wilayah Purworejo secara umum masih
aman dan kondusif. Namun demikian, sejumlah potensi kerawanan perlu
diantisipasi, seperti dampak kenaikan BBM, cuaca ekstrem yang memicu bencana
alam, serta kejadian ledakan petasan yang menimbulkan korban.
Rakor juga membahas sejumlah isu strategis, di
antaranya pemantauan konflik di Desa Sukoharjo dan Sawangan, kebijakan
pemerintah seperti MBG dan KDMP, potensi bencana alam berdasarkan prakiraan
BMKG, hingga rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang masih terkendala lahan dan
faktor kerawanan bencana. Selain itu, turut disoroti persoalan data
kependudukan ODGJ dan permasalahan tukar guling tanah desa.
Hasil rakor menekankan pentingnya sinergi lintas
sektor dalam melakukan monitoring, mitigasi, serta penyelesaian berbagai
persoalan di daerah. Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan
koordinasi, pengawasan, dan evaluasi agar upaya kewaspadaan dini dapat berjalan
optimal.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, aman, dan menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas serta ketahanan wilayah Kabupaten Purworejo
.png)


