▴Paskibraka 2025▴
- Kesbangpol Purworejo Matangkan Persiapan Tes Kesamaptaan Calon Paskibraka 2026
- Muscab PKB Purworejo 2026 Berlangsung Lancar, Siap Lahirkan Kepengurusan Baru
- Kesiapan May Day 2026 di Purworejo Dimatangkan, Pengamanan Humanis Jadi Prioritas
- Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo
- Halal Bihalal Kesbangpol Purworejo Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Ketakwaan
- Rakor Pelepasan dan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Persiapan
- Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026
- Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Murah dan KDKMP di Purworejo, Disambut Antusias Warga
- Rapat Koordinasi Persiapan Perayaan Paskah Umat Kristiani Kabupaten Purworejo Digelar
- Bupati Purworejo Pimpin Rakorpim TW1 2026: Percepat Realisasi, Hindari Penumpukan Akhir Tahun
Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo

Keterangan Gambar : Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo
Purworejo – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Kaukus Perempuan Politik
Indonesia (KPPI) menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Perempuan, Sabtu
(18/4/2026), di RM Dargo, Pangenrejo. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00
hingga 13.00 WIB ini diikuti berbagai unsur perempuan dari lintas organisasi
dan partai politik.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sahli
Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Tri Wahyuni Wulansari yang mewakili Bupati
Purworejo, Kepala Bakesbangpol Puguh Trihatmoko, Wakil Ketua DPRD Estri Utami
Setyowati, anggota Komisi I DPRD Ajeng Dewi Purnamasari, serta Kabid Poldagri
Kesbangpol Ahmadi Sunawal.
Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol menegaskan
bahwa pendidikan politik bagi perempuan merupakan langkah strategis untuk
meningkatkan kapasitas dan peran aktif perempuan dalam demokrasi. “Perempuan
bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam proses pengambilan
keputusan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol bersama KPPI
mendorong terbangunnya sinergi yang kuat guna meningkatkan partisipasi politik
perempuan yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat daerah.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan
politik yang inklusif dan berkeadilan.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya
kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan dalam meningkatkan
keterwakilan perempuan di politik. Sinergi tersebut diwujudkan melalui
pelatihan kepemimpinan, forum diskusi lintas partai, pendampingan kader
perempuan, hingga edukasi politik kepada masyarakat.
Selain itu, KPPI Purworejo didorong menjadi wadah
strategis dalam memperkuat kapasitas perempuan politisi, membangun solidaritas
lintas partai, serta mengawal kebijakan yang responsif gender. Upaya ini
sekaligus mendukung pencapaian target keterwakilan perempuan minimal 30 persen
dalam lembaga legislatif.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih
dihadapi, seperti budaya patriarki, keterbatasan akses, hingga minimnya
dukungan struktural. Untuk itu, diperlukan strategi berkelanjutan melalui
penguatan koordinasi, program bersama, serta pelibatan berbagai pemangku
kepentingan.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar pendidikan
politik ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan berlanjut
menjadi gerakan nyata dalam mencetak perempuan pemimpin yang mampu membawa
perubahan positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
.png)


