▴Paskibraka 2025▴
- Kesbangpol Purworejo Matangkan Persiapan Tes Kesamaptaan Calon Paskibraka 2026
- Muscab PKB Purworejo 2026 Berlangsung Lancar, Siap Lahirkan Kepengurusan Baru
- Kesiapan May Day 2026 di Purworejo Dimatangkan, Pengamanan Humanis Jadi Prioritas
- Pendidikan Politik Perempuan, Bakesbangpol–KPPI Dorong Kepemimpinan Inklusif di Purworejo
- Halal Bihalal Kesbangpol Purworejo Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Ketakwaan
- Rakor Pelepasan dan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Persiapan
- Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026
- Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Murah dan KDKMP di Purworejo, Disambut Antusias Warga
- Rapat Koordinasi Persiapan Perayaan Paskah Umat Kristiani Kabupaten Purworejo Digelar
- Bupati Purworejo Pimpin Rakorpim TW1 2026: Percepat Realisasi, Hindari Penumpukan Akhir Tahun
Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026

Keterangan Gambar : Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan, OKP Purworejo Perkuat Peran Strategis Tahun 2026
Purworejo – Upaya memperkuat
peran generasi muda dalam pembangunan dan demokrasi terus digencarkan. Hal ini
terlihat dalam kegiatan Evaluasi Kegiatan 2025, Sosialisasi Program
Kepemudaan, dan Penguatan Kecamatan Berdaya pada Organisasi Kepemudaan (OKP)
Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di RM Pringsewu, Purwodadi,
Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB
ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Dinas yang
mewakili Kepala Dinas Porapar, narasumber dari Badan Kesbangpol, Ketua DPK KNPI
Purworejo, jajaran pengurus KNPI, serta perwakilan pengurus KNPI dari 16
kecamatan.
Dalam sambutan Kepala Dinas yang dibacakan
Sekretaris Dinas, ditegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus menjadi ruang
bertumbuh, bukan sekadar tempat berkumpul. Pemuda didorong untuk aktif
berkontribusi, mengasah kepemimpinan, serta membangun karakter yang tangguh dan
berintegritas. “Pemuda bukan hanya penonton, tetapi pelaku perubahan yang
menentukan masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, paparan dari Badan Kesbangpol
menyoroti pentingnya peran strategis pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa
hingga dinamika demokrasi saat ini. Pemuda dinilai menjadi kelompok pemilih
terbesar yang sangat berpengaruh, terutama dengan meningkatnya literasi digital
serta kepedulian terhadap isu-isu krusial seperti lingkungan, kesehatan, hukum,
dan pemberantasan korupsi.
Namun demikian, tantangan demokrasi juga menjadi
perhatian, seperti maraknya politik uang, menguatnya sentimen identitas, serta
dampak liberalisasi politik yang berpotensi menjauhkan arah pembangunan dari
cita-cita nasional.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan pentingnya
pendidikan politik sebagai strategi meningkatkan partisipasi pemilih muda.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan generasi muda memiliki kesadaran
politik yang lebih matang dan mampu berperan aktif dalam proses demokrasi.
Selain itu, organisasi kemasyarakatan (ormas)
pemuda diingatkan akan fungsi strategisnya sesuai regulasi, mulai dari
penyaluran aspirasi, pemberdayaan masyarakat, hingga menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi,
di antaranya mendorong anggota OKP untuk lebih aktif dan produktif, pengurus
agar rutin menggelar pendidikan politik serta memperkuat kolaborasi lintas
sektor, serta peran pemerintah dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas
organisasi kepemudaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan organisasi
kepemudaan di Kabupaten Purworejo semakin solid, berdaya, dan mampu menjadi
motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih maju dan demokratis.
.png)


