▴Hut RI 81▴
- Bakesbangpol Purworejo Terima Kunjungan Kerja Pansus II DPRD Kediri
- Bakesbangpol Purworejo Perkuat Sinergi P4GN, Wujudkan Kabupaten Bebas Narkotika
- Kesbangpol Purworejo Dorong Generasi Muda Cerdas dan Bijak Berpolitik
- Bakesbangpol Purworejo Ikuti Upacara HAORNAS ke-43, Dorong Olahraga sebagai Gaya Hidup Masyarakat
- Bakesbangpol Purworejo Bekali Siswa SMK YPP dengan Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
- Bakesbangpol Purworejo Pantau PORSADIN Tingkat Kabupaten Tahun 2026
- Tim Pengawasan Orang Asing Purworejo Perkuat Sinergi, 59 WNA Jadi Fokus Pengawasan
- Kodim 0708/Purworejo Gelar Sholat Istisqa, Memohon Hujan dan Karhutla Segera Padam
- Kesbangpol Purworejo Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas dan Bertanggung Jawab
- Karnaval Parade Kreatif Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Purworejo
Dialog FKDM Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Konflik Sosial

Keterangan Gambar : Dialog FKDM Purworejo Perkuat Sinergi Cegah Konflik Sosial
Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Purworejo bersama Forum Kewaspadaan Dini
Masyarakat (FKDM) menggelar Dialog Kewaspadaan Dini Masyarakat di Pendopo
Ganeca Purworejo, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi
FKDM, Pemerintah dan Masyarakat dalam Mencegah Eskalasi Konflik Sosial” ini
dihadiri sekitar 80 peserta dari unsur pemerintah, FKDM kabupaten dan
kecamatan, serta tokoh masyarakat.
Hadir dalam
kegiatan tersebut Kepala Bakesbangpol Purworejo, Puguh Trihatmoko, SH., M.H.,
Kabid Wawasan Kebangsaan Nanang Agus Gutomo, SE., MM., Ketua FKDM Purworejo H.
Muhammad Adi Prawira, para camat se-Kabupaten Purworejo, serta anggota FKDM
kabupaten dan kecamatan.
Dalam sambutannya,
Kepala Bakesbangpol Purworejo menegaskan pentingnya peran FKDM dalam menjaga
kondusivitas wilayah di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang
rawan memicu kesalahpahaman dan konflik sosial. Ia juga mengingatkan bahwa
Kabupaten Purworejo akan menghadapi tahapan Pilkades serentak di ratusan desa,
sehingga deteksi dini dan pemetaan potensi konflik perlu diperkuat.
“Perbedaan
pendapat adalah hal yang wajar, namun jangan sampai berkembang menjadi konflik
yang mengganggu kerukunan masyarakat,” ujarnya saat membuka dialog secara
resmi.
Pada sesi
materi, anggota FKDM Kabupaten Purworejo, Ky Muhammad Arwani, MA., menyampaikan
pentingnya kolaborasi antara pemerintah, FKDM, dan masyarakat dalam menjaga
keamanan lingkungan. Ia menekankan perlunya komunikasi cepat, edukasi literasi
digital, serta pemetaan wilayah rawan konflik sebagai langkah preventif
menghadapi dinamika sosial di masyarakat.
Sementara
itu, Kabid Wasbang Kesbangpol Purworejo, Nanang Agus Gutomo, SE., MM.,
menjelaskan bahwa konflik sosial dapat dipicu berbagai faktor seperti isu
politik, ekonomi, maupun penyebaran hoaks di media sosial. FKDM memiliki peran
strategis dalam melakukan deteksi dini, menghimpun informasi, serta menjadi
penghubung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Selain
membahas potensi konflik sosial, dialog juga menyoroti keresahan masyarakat
akibat maraknya isu-isu menyesatkan di media sosial serta berbagai potensi
kerawanan di wilayah Kabupaten Purworejo.
Dari hasil
dialog disimpulkan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan
kapasitas FKDM, penyusunan peta kerawanan konflik, serta pelaksanaan rakor dan
dialog secara berkala guna menjaga stabilitas daerah. Dengan sinergi yang kuat
antara pemerintah, FKDM, tokoh masyarakat, dan warga, diharapkan Kabupaten
Purworejo tetap aman, kondusif, dan guyub dalam menghadapi berbagai tantangan
sosial.
.png)


