FGD Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Purworejo, Perkuat Fondasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Data

By Administrator 16 Des 2025, 14:53:11 WIB Kegiatan
FGD Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Purworejo, Perkuat Fondasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Data

Keterangan Gambar : FGD Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Purworejo, Perkuat Fondasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Data


PURWOREJO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada Senin (15/12/2026), pukul 09.00–12.30 WIB, bertempat di RM Ayam Bakar Bambu Kuning (ABK), Kecamatan Banyuurip. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, asosiasi pengusaha, akademisi, serta perwakilan pelaku usaha.

FGD dibuka dengan sambutan Pemerintah Kabupaten Purworejo yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Nurfiana. Dalam sambutannya, Pemkab Purworejo menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi sebagai agenda nasional 10 tahunan untuk menghasilkan data ekonomi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut dinilai krusial dalam mendukung perumusan kebijakan serta percepatan pembangunan ekonomi daerah yang tengah berkembang.

Kepala BPS Kabupaten Purworejo, Budi Prawoto, dalam paparannya menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan serentak pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. SE 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta menangkap perkembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi lingkungan. Hasil sensus diharapkan menjadi rujukan utama pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas dalam pengambilan keputusan strategis.

Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memaparkan data strategis Purworejo terkini. Hingga Triwulan III 2025, ekonomi Purworejo tumbuh sebesar 3,33 persen, dengan sektor pertanian masih menjadi kontributor utama PDRB. Angka kemiskinan menurun menjadi 10,06 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 3,72 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,93 atau kategori tinggi.

Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Purworejo, Edy Susatyo, menekankan bahwa SE 2026 merupakan “cetak biru” perekonomian Indonesia untuk 10 tahun ke depan. Menurutnya, data super-granular hingga level unit usaha akan memungkinkan kebijakan ekonomi yang lebih presisi, terutama dalam menghadapi transformasi digital, evaluasi pasca-pandemi, serta perencanaan menuju visi Indonesia Emas 2045.

FGD ini menyimpulkan bahwa partisipasi aktif seluruh pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci sukses Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat dan komprehensif, diharapkan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah dapat lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga penutupan