▴Hakordia 2025▴
- Haflah Akhirusanah Ponpes Darut Tauhid Kedungsari Dihadiri Ribuan Jamaah
- Pisah Sambut Ketua Dharma Wanita Kesbangpol Purworejo Berlangsung Penuh Kehangatan
- PMII Purworejo Tagih Janji Kejaksaan Soal Mini Zoo Mangkrak
- Ribuan Jamaah Hadiri Attasyakkur dan Haul di Ponpes Al Anwar–An Nur Loano
- Bakesbangpol Purworejo Fasilitasi Penyerahan LPJ Bantuan Keuangan Parpol TA 2025 ke BPK RI Jateng
- BKPSDM Purworejo Optimalkan Pengelolaan SKP ASN Melalui Aplikasi E-Kinerja BKN
- Bupati Purworejo Resmikan Masjid Al Ikhlas Wakaf Drs. H. Supriyanto
- Pemkab Purworejo Lantik Sekda Definitif dan Pejabat Administrator
- Reses DPRD dan Konsolidasi Internal PDIP, Serap Aspirasi Kader Dapil 3 Purworejo
- Peringati HUT ke-80 Persit KCK, Kodim 0708/Purworejo Gelar Donor Darah Libatkan Ratusan Peserta
FGD Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Purworejo, Perkuat Fondasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Data

Keterangan Gambar : FGD Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Purworejo, Perkuat Fondasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Data
PURWOREJO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten
Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada
Senin (15/12/2026), pukul 09.00–12.30 WIB, bertempat di RM Ayam Bakar Bambu
Kuning (ABK), Kecamatan Banyuurip. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini
melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, asosiasi pengusaha, akademisi,
serta perwakilan pelaku usaha.
FGD dibuka dengan sambutan Pemerintah Kabupaten
Purworejo yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan,
Nurfiana. Dalam sambutannya, Pemkab Purworejo menegaskan pentingnya Sensus
Ekonomi sebagai agenda nasional 10 tahunan untuk menghasilkan data ekonomi yang
valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut dinilai krusial
dalam mendukung perumusan kebijakan serta percepatan pembangunan ekonomi daerah
yang tengah berkembang.
Kepala BPS Kabupaten Purworejo, Budi Prawoto,
dalam paparannya menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan
serentak pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. SE 2026 bertujuan menyediakan data
dasar seluruh kegiatan ekonomi, memetakan struktur dan karakteristik usaha,
serta menangkap perkembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi
lingkungan. Hasil sensus diharapkan menjadi rujukan utama pemerintah, dunia
usaha, akademisi, dan masyarakat luas dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memaparkan
data strategis Purworejo terkini. Hingga Triwulan III 2025, ekonomi Purworejo
tumbuh sebesar 3,33 persen, dengan sektor pertanian masih menjadi kontributor
utama PDRB. Angka kemiskinan menurun menjadi 10,06 persen, Tingkat Pengangguran
Terbuka tercatat 3,72 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai
75,93 atau kategori tinggi.
Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Purworejo,
Edy Susatyo, menekankan bahwa SE 2026 merupakan “cetak biru” perekonomian
Indonesia untuk 10 tahun ke depan. Menurutnya, data super-granular hingga level
unit usaha akan memungkinkan kebijakan ekonomi yang lebih presisi, terutama
dalam menghadapi transformasi digital, evaluasi pasca-pandemi, serta
perencanaan menuju visi Indonesia Emas 2045.
FGD ini menyimpulkan bahwa partisipasi aktif seluruh pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci sukses Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat dan komprehensif, diharapkan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah dapat lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga penutupan
.png)


